May Day Perjuangan Tanpa Batas

Libur nasional “Mayday” setiap tanggal 1 Mei seyogyanya dinikmati oleh segenap masyarakat Indonesia, baik yang berstatus sebagai pekerja ataupun bukan pekerja.

Faktanya, masih ada sebagian tempat operasional yang mewajibkan karyawannya tetap beraktifitas dengan berbagai macam alasan yg mereka anggap logika dan benar.

  • May Day : libur nasional yang menjadi momen para buruh untuk kembali mengingat sejarah dan memperjuangkan apa yang sudah dimulai.

Bagi sebagian buruh atau pekerja atau karyawan, ah… apapun itu istilahnya selama tenaga dan waktu kita ada yang digadaikan untuk mendapatkan sejumlah imbalan (upah) saya pikir masih masuk dalam kategori istilah diatas, May day adalah hari yang sakral untuk kembali mengingat sejarah dan melanjutkan perjuangan yg sudah dimulai beberapa dekade yg lalu dengan berbagai implikasi masalah yg muncul sesuai dengan perkembangan jaman.

PUK SP LEM SPSI PT TMMIN Turut berpartisipasi dalam pelaksanaan perayaan May Day 2019 dengan mengirimkan ratusan anggotanya untuk mengikuti demo di dua lokasi yaitu Jakarta dan Bandung.

Berangkat dari dua titik kumpul yg sudah ditentukan yaitu area Karawang dan Sunter, para anggota lengkap dengan seragam kebanggan yaitu jaket hitam SPSI PT TMMIN mengawali aktifitas dengan briefing and do’a. Tepat pukul 07.15 dua bus berangkat menuju Bandung dengan tujuan Monumen Pangkal Perjuanagan dan Gedung Sate. Area Karawang dengan korlap PUK pak Waskito dan pak Suhandi. Sedangkan area Sunter dibawah koordinator lapangan pak Ditto Anthoniar dan akan Khairul menuju Balai Kota.

Monumen Perjuangan kota Bandung dalam sekejap menjadi lautan orang dengan berbagai atribut serikat dibawah koordinasi KSPSI Jawa barat. Massa aksi demo berkumpul dan mendapatkan arahan dari mokom (mobil komando) untuk long March ke Gedung Sate. Ditengah perjalanan walaupun ada sedikit gangguan dari pihak yg tidak bertanggung jawab, massa tetap tertib mengikuti mokom sampai ke halaman Gedung Sate. Sementara para penyusup aksi demo, melakukan hal hal anarkis dengan melakukan provokasi dan pencoretan sejumlah kendaraan roda empat dengan Pylox. Tak berselang lama, aparat kepolisian mampu mengamankan para perusuh dan membawa mereka ke tempat yg aman.

Aksi demo dilanjutkan dengan orasi didepan Gedung Sate, walaupun pada kesempatan yang sama Gubernur Jawa barat Ridwan kamil sedang berada di luarkota. Para pimpinan unsur serikat bergantian melakukan orasi diawali oleh ketua DPD Jawa Barat dengan menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya :
1. Terbitkan Perda UMSK Jabar, Revisi Pergub No. 54 tahun 2015
2. Terbitkan Perda Pengawasan Ketenagakerjaan
3. Cabut PerPres No.20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing
4. Cabut PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan
5. Tolak Revisi UU no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
6. Tolak Permenkes No. 51 tahun 2018 & segera perbaiki BPJS Kesehatan
7. Turunkan harga sembako
8. Turunkan tarif listrik

Perjuangan tanpa batas merupakan gambaran nyata terkait dengan usaha para buruh untuk memperbaiki kesejahteraan dan melawan kebijakan pemerintah yang tidak selaras dengan kepentingan kaum buruh itu sendiri.

Masih panjang jalan dan proses yang harus dilewati tidak hanya menunggu serta mengandalkan datangnya tanggal 1 Mei untuk menyuarakan dan menyampaikan aspirasi buruh ke pihak pihak yang terkait. Tetap semangat dan tetap solid untuk kehidupan yang lebih baik.

Selamat hari buruh 2019.

Aye79.

Tinggalkan Balasan